Berikut sejarah asal usul penduduk Tolaki dengan pendekatan ilmu bantu Arkeologi, Linguistik, dan Antropologi.( Selama ini para penulis cenderung mendasarkan asal usul penduduk berdasarkan mitos seperti mitos Pasaeno, Mitos Oheo, ) ., maupun sumber - sumber tradisi lisan atau oral traditon. Usaha untuk mengungkapkan kondisi demografi di wilayah Sulawesi Tenggara khususnya daerah Konawe, dan Mekongga pada zaman prasejarah agak sulit di lakukan tanpa bantuan dari berbagai penelitian terdahulu, maupun bantuan ilmu ( auxilary science ) seperti Akeologi, Linguistik, Sosiologi, Antropologi, ekonomi, Geografi, karena Evidensi yang menunjang pengungkapan tersebut semuannya dalam posisi belum sepenuhnya terungkap. Oleh sebab itu, sebaiknya terlebih dahulu di jelaskan pendapat mengenai asal usul penduduk di nusantara secara universal.
Ada dua pendapat mengenai hal itu, pertama, bahwa asal usul penduduk nusantara adalah Ras paleo mongoloid berbahasa Austronesia berasal dari sekitar daerah yunan di cina selatan. Pendapat ke dua menyebut bahwa penduduk asli Indonesia adalah ras Negrito dan ras weddide. kedua ras tersebut terjadi pencampuran, yang selanjutnya terjadi lagi percampuran dengan ras-ras pendatang lainya sehinga dapat di katakan bahwa tidak ada lagi suku asli Indonesia.
Menurut Dr. J. Brandes ( Anceaux, 1981 ) seorang ahli linguistik menyatakan bahwa perbatasan wilayah antara bahasa-bahasa Autronesia terletak di wilayah Indonesia, yang dapat membagi wilayah Indonesia Barat da Timur. Sehubungan kedua Asumsi di Atas, selanjutnya Cm Pleyte Wzn menyimpulkan dan sekaligus menegaskan bahwa terdapat 2 arus migrasi yang masing-masing di tandai budaya sumpitan yang berada di wilayah Indonesia barat dan budaya busur yang mendominasi wilayah Indonesia Timur. Adapun pertemuan kedua budaya tersebut antara lain di sulawesi dan di Nusa Tengara Timur.
Sumber : tolaki, sejarah,identitas dan kebudayaan , Basrin Melamba , M.A.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar